17 ETIKA DI GYM YANG JARANG DIKETAHUI ORANG

Ada sebuah peribahasa yang mengatakan “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya.” Pernah kan dengar peribahasa ini? Masih ingat nggak artinya apa? Hayo, inget-inget lagi pelajaran Bahasa Indonesianya. Jangan-jangan, udah lupa pernah belajar bahasa Indonesia atau nggak.

Jadi, arti dari peribahasa itu adalah di setiap tempat ada aturan dan etika masing-masing. Dimanapun. Entah itu di kantor, pasar, tempat ibadah, kolam renang, bahkan di atm sekalipun ada aturan dan etikanya.

Coba bayangkan, Kamu pakai pakaian berenang lalu masuk ke kolam renang. Pasti boleh kan? Sekarang coba bayangkan Kamu pakai pakaian berenang lalu masuk ke bank untuk ambil uang, . Pasti sudah di seret sama satpamnya.

Nah, sama juga dengan di gym atau fitness center. Tempat ini juga punya aturan dan etika. Untuk aturan mungkin Kamu bisa membaca di gym atau fitness center tempat Kamu berlatih.  Sayangnya, untuk etika masih banyak orang yang belum tahu dan paham.

Padahal memahami etika di gym sangat penting agar Kamu terlihat punya kepribadian baik, berpendidikan, dan menimbulkan kenyamanan bagi diri sendiri dan orang lain (gym itu kan tempat umum).

Lalu, apa saja etika di gym? Kurang lebih ada 17 etika yang Kamu harus tahu dan harus Kamu patuhi di Gym atau fitness center, yaitu:

  1. Kembalikan apapun ke tempat semula

Ini Saya tempatkan di No. 1, kenapa? Karena ini masalah paling sering terjadi di gym manapun di seluruh dunia dan masalah etika paling meresahkan. Alat yang berantakan ini umumnya adalah dumble, barbell, dan plat besi. Masalah ini membuat gym serasa tempat bekas peperangan.

Bagaimana tidak, bayangkan sebuah tempat yang harusnya nyaman di pakai latihan jadi begitu berantakan akibat ulah-ulah orang yang (mungkin) kurang mendapatkan pendidikan etika ketika sekolah.

Akibatnya, jika ada orang lain yang ingin menggunakan alat-alat tersebut, jadi kesulitan karena alatnya berserakan dimana-mana.

Ingat, alat yang Kamu pakai itu miliki bersama, milik Saya, Kamu, Dia, dan Mereka (#UdahJanganBaper). Bukan hanya Kamu dan Saya yang pakai, tapi semua orang yang bayar di gym itu juga pakai.

Coba bayangkan, kalau Kamu mencari dumbbell yang 10 Kg yang seharusnya di rak dumbbell, eh ternyata ada di dekat alat bench press yang jaraknya 5 meter-an. Repot ngambilnya kan? Belum lagi gym jadi tampak jelek dan berantakan seperti kandang binatang.

Jujur kalau bikin chaos atau berantakan itu keren, berarti gorilla itu jauh lebih keren, apalagi badannya lebih gede dan lebih kuat dari kita. Jadi mau di samain sama gorilla? Saya sih nggak mau.

Saya tahu, di Gym ada trainer atau divisi yang akan membereskan itu semua. Saya juga tahu Kamu sudah bayar membership di gym. Tapi, membereskan alat itu bagian dari etika yang menunjukan kualitas sikap dan diri Kamu. Karena, Fitness bukan masalah badan bagus dan sehat secara fisik aja, tapi juga masalah kesehatan mental.

Sama sekali nggak ada salahnya untuk merapikan kembali alat yang sudah Kamu pakai. Justru, orang yang rapi ketika di gym itu kelihatan cool banget. Dumbell yang sudah dipakai bisa dikembalikan ke tempatnya. Begitu juga dengan plat besi, bisa Kamu turunkan lagi setelah Kamu gunakan.

Mengembalikan alat ke tempatnya itu tidak seberat program latihanmu. So mulai sekarang dan seterusnya, balikin lagi alat apapun ke tempatnya ya! Jangan cuma mikirin gimana caranya buat balikan sama mantan (#UdahJanganBaper)

  1. Jangan lewat di depan orang yang lagi bercermin

Mungkin Kamu tahu kalau di gym atau fitness center banyak sekali cermin yang menempel di dinding. Biasanya beberapa orang latihan di depan cermin untuk memastikan apakah mereka punya postur yang benar ketika latihan (atau paling sering yak arena narsis).

Nah, jika Kamu menemukan orang yang seperti ini, jangan lewat di depannya. Hargai exercise space nya (ruang gerak latihannya). Kecuali, jika dia berada di area jalan di gym atau bahasa kita adalah tempat lewat. Itu berarti orang tersebut yang salah posisi.

  1. Bersihkan keringatmu, terutama yang menempel di alat

Oke, olahraga itu mengeluarkan keringat. Biasanya ketika kita latihan, terutama posisi yang bersandar atau terlentang, keringat itu akan menempel di alat yang Kamu pakai. Ini biasanya membuat orang lain yang akan pakai alat itu jadi terganggu.

Jika Kamu tipe orang yang mudah berkeringat dan kalau berkeringat seperti orang yang kehujanan karena melindungi gebetan dari air hujan, mending Kamu bawa handuk untuk membersihkan bekas keringatmu yang menempel di alat supaya orang lain akan lebih nyaman untuk pakai alatnya dan Kamu terlihat lebih beradab.

  1. Jangan pernah diam di alat, cobalah untuk gantian dengan orang lain

Ini juga sering Saya temui di gym atau fitness center. Banyak orang yang ketika melatih otot tertentu dengan menggunakan alat tertentu, ketika jeda antar set dia diam di alat itu. Bahkan, ada yang ngobrol atau texting di alat tersebut.

Begini, kebanyakan Gym tidak punya alat untuk melatih otot tertentu, lebih dari 1 buah. Misalnya chest press. Jarang sekali ada gym yang punya chest press lebih dari 1. Atau dumbbell, jarang sekali gym punya dumbbell dengan berat yang sama lebih dari 1 pasang. Sedangkan membernya ada puluhan.

Karena itu, sebaiknya jangan diam di alat ketika jeda antar set, apalagi ketika Gym sedang penuh. Supaya orang lain juga bisa pakai. Beri kesempatan untuk orang lain yang juga ingin menggunakan alat yang sama. Kamu juga akan dapat keuntungan dengan melakukan active rest. Sama-sama untung kan?

  1. Pelajari gerakan yang benar, jangan sok-sokan

gym-pic Suatu penyakit parah yang menjangkiti pemula atau orang yang sudah lama latihan tapi masih seperti pemula di gym adalah EGO FITNESS. Ego Fitness adalah merasa keren jika mengangkat beban dengan berat atau melakukan suatu gerakan akrobatik tertentu.

Padahal, kebanyakan dari mereka tidak melakukan gerakan yang sesuai dan aman, jadi malah bahaya. Pernah suatu ketika Saya lihat orang tertimpa dumbbell 20 Kg di bahunya karena terjangkit ego fitness. Saya juga pernah lihat orang yang dadanya tertimpa barbell bench press karena terlalu berat. Niat hati ingin jadi keren, apalah daya malah jadi malu-maluin dan cedera.

Please deh, ini bukan panggung untuk pamer agar orang yang Kamu suka di gym melirik Kamu atau agar dikira keren oleh orang-orang di gym. Kamu bukan atlet angkat besi, angkat berat, atau senam akrobat. Leave Your Ego at Home!

Soalnya, Ketika Kamu latihan, bukan hanya beban yang harus Kamu perhatikan untuk dapat hasil optimal, tapi teknik gerakan, repetisi, dan tempo juga harus Kamu perhatikan. Jujur saja, jika Kamu mengangkat beban berat dengan gerakan asal-asalan dan disitu ada orang yang mengerti prinsip latihan yang benar, Kamu hanya akan jadi bahan guyonan mereka. Tanyalah pada trainer yang ada di tempat gym untuk mengajari Kamu gerakan yang benar. Atau Kamu bisa pelajari gerakan yang benar lewat youtube atau website yang terpercaya, bukan abal-abal.

  1. Jangan salah kostum di GYM

Pada intinya gunakan pakaian yang pantas saja, nggak perlu berlebihan atau sampai menimbulkan sesuatu yang tidak kita inginkan. Fokus Kamu adalah untuk berlatih, bukan pamer barang berharga atau baju baru dengan brand yang mahal. Untuk yang seperti itu, lebih baik di fashion show saja.

Pakailah pakaian latihan yang lengkap, terutama sepatu. Saya sering gemes kalau lihat ada yang “nyeker” atau tidak pakai sepatu ketika latihan. Tolong ya, ini gym, bukan sawah.

  1. Jangan banting alat supaya kelihatan keren

Memang, biasanya para atlet atau orang-orang yang menjalani program latihan dengan serius sering berlatih sampai limit atau batas mereka. Akibatnya, mereka terpaksa menjatuhkan beban yang mereka pegang karena sudah tidak kuat lagi (tidak kuat lagi untuk latihan, bukan menikah #UdahJanganBaper). Tapi, mereka melakukan karena terpaksa dan itu juga dengan teknik tertentu supaya tetap aman.

 

Sayangnya, ini sering di tiru oleh orang-orang supaya kelihatan keren. Padahal latihannya nggak berat-berat amat. Mereka mengira kalau bisa banting alat itu keren (penyakit ego fitness). Padahal bukan seperti itu esensinya.

Ngapain coba banting-banting alat? Bagi orang-orang yang paham, kelakuan seperti ini akan dilihat sebuah perilaku yang “ndeso” atau kampungan. Bukan tidak boleh menjatuhkan alat, tapi jangan dijadikan itu sebagai standar dan tujuan latihan.

Nih ya, latihan yang keren itu adalah ketika Kamu melakukan gerakan dengan teknik yang benar, full range of motion, tempo yang terkontrol, dan beban yang tepat.

  1. Jangan jadi GYM-timidator

Mungkin suatu saat Kamu ingin menggunakan alat tertentu karena pada hari itu memang menu latihan Kamu harus menggunakan alat itu. Ternyata, alat tersebut sedang digunakan oleh orang lain.

Berdiri di samping orang yang sedang menggunakan alat yang ingin Kamu pakai dengan dada membusung dan pandangan yang tajam itu tidak keren dan tidak sopan.

Sebaiknya, beri tahu dengan baik kalau Kamu juga ingin menggunakan alatnya atau ingin join alat dengan orang itu. Selain terlihat sopan, sikap ini terlihat keren dan orang justru akan menghormati Kamu.

  1. Jangan berteriak yang nggak perlu dan bersuara yang nggak beraturan

Oh ya, selain menjatuhkan alat, para atlet dan dan orang yang menjalani program latihan yang serius terkadang berteriak karena berlatih sampai batas atau limit yang mereka punya. Tapi mereka tidak melakukan dengan sengaja dan tidak selalu berteriak.

Sayangnya, bagi sebagian orang teriakan ini digunakan sebagai standar latihan yang keren dan dilakukan dengan sengaja, padahal latihannya tidak terlalu berat. Akibatnya, jadi kelihatan aneh dan jadi terlihat mengganggu. Kadang-kadang juga dijadikan bahan olokan oleh orang-orang.

Selain itu, beberapa orang suka ngobrol atau mengangkat telfon lalu berbicara dengan sangat keras seperti sedang di hutan belantara. Ingat, tidak ada yang peduli dengan obrolanmu, bahkan Kamu terlihat seperti kurakan. Sebaiknya Kamu fokus pada latihan agar dapat hasil yang maksimal. Hormati privasi member lain yang suka ketenangan. Dengan begitu Kamu akan dapat hasil latihan yang Kamu harapkan, plus respek dari orang-orang.

  1. Jangan berkata kotor atau mengumpat

Kalau ini sih kita harusnya sudah menyadari. Kata-kata kotor itu tidak membuat Kamu terlihat keren, tapi terlihat tidak terdidik, kampungan, dan rendah. Case Closed!

  1. Perhatikan, jangan melakukan pemanasan, ngobrol, latihan, atau menaruh apapun di area jalan gym atau di depan rak.

Di gym biasanya ada area tertentu yang berfungsi sebagai ruang agar orang bisa berpindah dari suatu alat ke alat lain atau dari satu bagian ruangan ke bagian ruangan lain.

Nah, karena fungsinya sebagai jalan, jangan pernah melakukan pemanasan, ngobrol, latihan atau menaruh apapun yang bisa menghalangi jalan orang lain. Selain itu, jangan berlatih di depan rak dumbbell atau plat besi karena akan menyulitkan orang lain yang mau mengambil dumbbell atau plat besi tersebut.

  1. Wangi tapi jangan lebay

Tidak perlu menggunakan parfum karena wangi yang menyengat juga akan mengganggu orang lain.  Cukup gunakan deodorant atau pakaian yang bersih dan wangi, bukan yang kemarin habis dipakai lalu dijemur.

  1. Simpan barang mu di loker dan jangan nyampah di loker

Apapun barang – barang yang tidak berkaitan dengan latihan, simpanlah di loker. Karena, selain supaya terlihat rapi, juga supaya barang-barang Kamu tidak mengganggu orang lain. Nggak lucu kan kalau orang tersandung tas Kamu, lalu orang itu jatuh?

Setelah menggunakan loker pun pastikan tidak ada barang yang tertinggal, baik barang berharga atau barang tidak berharga (sampah). Khusus untuk sampah, pastikan untuk membuangnya di tempat sampah. Nggak butuh uang atau tenaga yang besar kok untuk buang sampah pada tempat sampah, cukup butuh perilaku yang baik.

  1. Jangan ganggu orang lain, terutama yang sedang latihan

Saya senang membantu orang lain. Saya senang menjawab pertanyaan orang lain tentang sesuatu, tapi bukan ketika Saya sedang berada di tengah-tengah latihan! Mengganggu orang lain ketika latihan bukan hanya tidak sopan, tapi juga berbahaya. Bisa menimbulkan cedera yang parah bagi orang yang sedang berlatih.

  1. Anak ada di area anak

Saya suka terganggu jika ada anak-anak kecil berkeliaran di gym. Bukan karena Saya membenci anak-anak, malah Saya sangat suka dengan anak-anak. Tapi yang membuat Saya terganggu adalah Saya khawatir kalau anak tersebut berkeliaran dan memegang suatu alat yang tidak bisa dia tahan atau mengganggu orang yang sedang berlatih dengan berat.

Akibatnya bisa fatal. Entah anak itu yang cedera atau orang yang berlatih yang cedera. Karena itu, jika sudah memiliki anak (#UdahJanganBaper) simpan anak-anak di tempat penitipan atau jangan pernah masuk ke gym.

  1. Pakai Cardio Secukupnya

Biasanya, ada limit tertentu bagi seseorang untuk menggunakan mesin cardio seperti treadmill, elliptical, crosstrainer, atau sepeda, yaitu sekitar 20 – 30 menit. Fungsinya diberi limit ini adalah agar semua member bisa menggunakan alat tersebut, apalagi pada jam-jam yang ramai.

Karena itu, tidak perlu berjam-jam menggunakan mesin cardio agar berat badanmu turun. Yang Kamu perlukan adalah latihan yang berkualitas dan cerdas, bukan lama. Bahkan banyak penelitian yang membuktikan bahwa latihan interval yang tidak terlalu lama punya efek yang jauh lebih besar daripada latihan cardio yang lama.

  1. Fokus saja dengan menu latihan kamu

Memang, terkadang ada beberapa orang yang mengundang perhatian dan suka memperhatikan orang lain di gym. Entah karena pakaian yang sexy, keringat, atau suara yang timbul dari efek latihan. Ketika sudah di gym, sebaiknya Kamu fokus dengan latihan Kamu, bukan focus pada orang lain. Bukan hanya agar orang lain nyaman dengan Kamu, tapi juga agar Kamu mendapatkan latihan yang bermanfaat dan aman dari cedera.

Itulah 17 etika di gym yang harus Kamu pahami dan Kamu praktikan sehingga Kamu dan orang lain bisa berlatih dengan nyaman, aman, dan mendapatkan hasil yang optimal. Be Nice 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE